Kumpulan buku referensi akademik, buku ajar, dan monograf riset karya Riyanto mencakup metodologi KASTEM, pendidikan matematika, dan inovasi instruksional.
Klik pada punggung buku untuk membuka rincian dan keterangan lengkap
Penulisan buku ini dimaksudkan untuk menyajikan jenis penelitian pengembangan yang sederhana, yaitu penelitian produk pembelajaran (P3). P3 diperlukan untuk memproduksi sumber belajar yang inovatif dan beragam. Sumber belajar yang inovatif dan beragam digunakan untuk memfasilitasi belajar pebelajar. Sumber belajar yang seperti itu, sangat dibutuhkan oleh pebelajar yang beragam karakter. Selain itu, juga untuk mengantisipasi perkembangan teknologi informasi & digital dan ipteks pada masa depan. Beragamnya sumber belajar yang inovatif, dapat memfasilitasi/memudahkan para pembelajar dan pebelajar dalam memilih sumber belajar yang sesuai dengan tujuan dan kondisi pembelajaran, sehingga dapat meningkatkan mutu pembelajaran. Memfasilitasi belajar merupakan kerja ahli teknologi pendidikan. Semua definisi AECT 1963, 1972, 1977, 1994, dan 2004 telah menyebut pembelajaran sebagai produk akhir dari teknologi pendidikan. Definisi teknologi pendidikan 2004 adalah studi dan praktik etis dalam upaya memfasilitasi belajar dan meningkatkan kinerja dengan cara menciptakan, menggunakan/memanfaatkan, dan mengelola proses dan sumber-sumber teknologi yang sesuai (Januszewski & Molenda, 2008). Memfasilitasi belajar meliputi tugas merancang lingkungan, mengelola sumber belajar, dan melengkapi perangkat belajar. Sumber belajar adalah orang, alat, teknologi, dan materi yang dirancang untuk membantu pebelajar. Sumber belajar dapat mencakup sistem TIK berteknologi tinggi, sumber belajar komunitas seperti perpustakaan, kebun binatang, museum, dan orang-orang dengan pengetahuan atau keahlian khusus. Sumber belajar termasuk media digital, seperti CD-ROM, situs Web, WebQuests, dan sistem pendukung kinerja elektronik (EPSS). Sumber belajar termasuk media analog, seperti buku dan bahan cetak lainnya, rekaman video, dan materi audiovisual tradisional lainnya. Guru menemukan alat baru dan membuat sumber belajar baru, pelajar dapat mengumpulkan dan menemukan sumber belajar mereka sendiri, dan spesialis teknologi pendidikan juga menambahkan daftar sumber belajar yang mungkin terus bertambah (Januszewski & Molenda, 2008). Dalam konsep creating, using, dan managing terkandung makna perancangan, pengembangan, pemanfaatan, pengelolaan, dan evaluasi. Dalam mencipta/memproduksi sumber belajar tersebut, peneliti dapat memulai dari awal, yaitu menciptakan sumber belajar yang baru berdasarkan temuan terkini atau memodifikasi atau menambah fungsi dari komponen sumber belajar yang sudah ada. Makna creating, using, dan managing dalam definisi teknologi pendidikan 2004 tersebut sejalan dengan P3. Masalah P3 tidak harus dimulai dari titik nol dan tidak harus mencari sasaran penelitian yang seperti itu. Masalah P3 tidak boleh dikarang atau diada-adakan. Titik nol adalah kondisi variabel penelitian berada pada posisi rendah/buruk. Masalah penelitian yang selalu dimulai dari titik nol, tidak akan dihasilkan suatu inovasi karena solusinya akan cenderung mengulang. Penelitian yang mengulang-ulang (replikasi) hanya untuk memvalidasi hasil penelitian peneliti lain. Peneliti yang hanya mereplikasi hasil penelitian peneliti lain akan mengalami kerugian waktu, dana, dan tenaga karena hasil penelitiannya tidak mengandung kebaruan dan keaslian. Meskipun demikian, penelitian replikasi, terlebih yang hanya berbeda subjek penelitian diizinkan bagi peneliti pemula, semisal sebagai syarat lulus strata satu. Untuk menemukan masalah yang asli dan mengandung kebaruan, seorang peneliti harus banyak membaca, mengamati, merenung, dan berimajinasi. Peneliti tidak boleh malas berusaha menemukan masalah yang baru dan asli, semisal tanpa didukung data, peneliti mengemukakan ”penelitian ini belum pernah diteliti” atau subjek penelitian dalam kondisi rendah/buruk. Masalah P3 tidak harus didasarkan pada hasil pengamatan sekilas dalam kelas atau lembaga pendidikan (gadik). Masalah P3 harus didasarkan pada hasil penelitian pendahuluan, teori, dan hasil-hasil penelitian, bahkan imajinasi peneliti. Karena itu, peneliti dapat berimajinasi untuk memprediksi jenis produk embelajaran seperti apa yang dibutuhkan pada masa depan. Buku ini diperuntukkan bagi para peneliti bidang pendidikan.
Buku yang mengupas secara komprehensif seluk-beluk perumusan dan penyelesaian masalah penelitian pendidikan.
Inovasi permainan edukatif berbasis sinonim kata dan angka untuk memicu kreativitas siswa.
Integrasi pendidikan karakter dan kecakapan bernalar kritis dalam pembelajaran matematika.
Panduan metodologi penelitian ilmiah khusus bidang pendidikan dan aljabar matematika.
Kajian teoritis pengembangan konsep bilangan imajiner/khayal dalam analisis aljabar.
Analisis sistematis perhitung penanggalan masehi, hijriah, dan kalender jawa berbasis rumus matematis.
Eksplorasi estetika dan struktur keteraturan pola-pola matematis dalam kehidupan sehari-hari.
Strategi mengajar dan belajar matematika secara kreatif, menyenangkan, dan relevan.
Pendekatan matematis praktis dan intuitif dalam mengkaji persamaan Teorema Terakhir Fermat.
Inovasi penarikan akar pangkat tiga dan pangkat tinggi menggunakan sifat kofisien Segitiga Pascal.
Trik dan metode berhitung praktis untuk meningkatkan kecepatan dan akurasi anak didik.